Jakarta, 1 Juli 2025 – Pada Januari 2025 dan April 2025 lalu, PT Hero Retail Nusantara membekali para karyawan front liner berkumpul dalam kelas pelatihan bertema “Service is Selling.” Para peserta yang berasal dari berbagai divisi seperti Kasir, Departemen Meat, Fruits and Vegetables, hingga Departemen Bakery, mengikuti pelatihan ini dengan semangat tinggi dan antusiasme yang luar biasa.
Pelatihan berdurasi satu hari ini dan dilaksanakan sebanyak 6 Batch yang dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2025, 21 Januari 2025, dan 23 Januari 2025 kemudian dilanjutkan 3 Batch lanjutan pada tanggal 22 sampai 24 April 2025. Pelatihan dilakukan menggunakan pendekatan experiential learning, di mana setiap sesi mengajak peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung.
Berbeda dari pelatihan konvensional yang cenderung satu arah, pelatihan ini mengedepankan partisipasi aktif, permainan peran, simulasi layanan pelanggan, diskusi kelompok, serta refleksi bersama. Semua metode ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa pelayanan yang prima bukan hanya tentang membantu, tetapi juga tentang menjual dengan cara yang berkesan dan bermakna.



Suasana Pelatihan yang Penuh Energi dan Kolaboratif
Sejak sesi pembuka, pelatihan berlangsung dalam nuansa yang hangat dan menyenangkan. Coach Dian Eva Agustina akrab dipanggil Coach Diva dan Coach Nugi memulai dengan ice breaking yang memecah kekakuan dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Setiap peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pemain utama dalam setiap aktivitas pembelajaran.
Materi pelatihan mencakup pemahaman mendalam tentang peran front liner sebagai wajah perusahaan, cara menciptakan customer experience yang positif, serta bagaimana layanan yang tulus dan responsif dapat mendorong keputusan pembelian pelanggan. Dalam simulasi interaktif, peserta diminta memainkan peran sebagai pelanggan dan staf toko dalam berbagai situasi nyata, seperti menghadapi pelanggan yang bingung, terburu-buru, atau kecewa.


Dari Kesadaran ke Aksi Nyata
Pelatihan ini tidak hanya membangun pemahaman, tetapi juga mendorong transformasi sikap dan perilaku kerja. Dengan mengangkat prinsip bahwa pelayanan bukan hanya tugas, tapi peluang untuk menciptakan nilai, peserta semakin sadar bahwa setiap interaksi adalah kesempatan untuk menciptakan dampak positif.
Di akhir sesi, peserta diajak untuk menyusun action plan sederhana yang dapat langsung diterapkan saat kembali ke area kerja. Komitmen mereka pun tertulis dengan jelas: menjadi pribadi yang lebih responsif, ramah, dan aktif membantu pelanggan menemukan solusi melalui layanan.
Pelatihan “Service is Selling” untuk karyawan front liner PT Hero Retail Nusantara menjadi bukti bahwa ketika pelayanan diberikan dengan hati, dampaknya bisa melebihi sekadar kepuasan pelanggan. Layanan yang hangat dan proaktif mampu menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas pelanggan dan penjualan. Melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan penuh makna, para peserta kini tidak hanya menjalankan tugas harian, tetapi juga membawa misi baru: menjadi duta layanan yang menjual bukan dengan memaksa, tetapi dengan melayani secara tulus.
