Dalam praktek di perusahaan, coaching dan mentoring dibutuhkan untuk membantu pemberdayaan karyawan. Keduanya berbeda, tetapi saling melengkapi.

Kebanyakan pemimpin di perusahaan sudah menyadari betapa pentingnya membangun komunikasi dan menciptakan suasana kerja yang harmonis, sedikit memberi arahan, subordinate dan team sudah memiliki kesadaran tinggi untuk mengerjakan dan menyelesaikan semua tugas tanpa disuruh, sadar dengan dateline penyelesaian tugas.

Semua itu dapat dilakukan dengan menerapkan coaching dan mentoring yang berkesinambungan. Bukankah Anda sebagai leader ingin fokus merancang strategi-strategi yang nanti dapat di eksekusi oleh subordinate dan team? Bukankah Anda sebagai leader tidak ingin menghabiskan waktu dan energi hanya fokus untuk mengawasi subordinate dan team? Bukankah subordinate dan team Anda adalah sumber daya yang harusnya dapat diberdayakan untuk mencapai tujuan perusahaan?

Coaching dan mentoring solusi yang powerful dan efektif untuk mewujudkan semua itu.

Sebelum lanjut, berikut Daftar Pelatihan Terbaik Ini untuk Diikuti.

MANFAAT COACHING

Apa itu Coaching?

Coaching tidak sama dengan training, konseling, terapi, dan mentoring. Meski sering disandingkan dengan mentoring, tetapi terdapat perbedaan dalam prakteknya.

Coaching adalah salah satu cara pemberdayaan karyawan menggunakan prinsip kemitraan antara coach dan coachee yang bertujuan untuk menggali potensi dari dalam diri coachee, sehingga coachee menyadari dan memahami bahwa dengan potensinya ia dapat bekerja lebih baik, memahami tujuannya dalam bekerja, memahami bahwa ia adalah pribadi yang berharga, memahami bahwa problem yang sedang dirasakannnya dengan percaya diri dapat diatasi, danmemahami di balik semua problem terdapat solusi yang terbuka lebar.

Memunculkan kesadaran dan motivasi untuk berubah datangnya dari dalam diri, tanpa paksaan, tanpa intimidasi, dan tanpa dihakimi. Coach harus memastikan kondisi ini. Bila itu semua terpenuhi, di sanalah saatnya komitmen coachee dijadikan sebagai suatu improvement dan motivasi untuk selanjutnya ia bertindak dan bergerak. Komitmen adalah janji yang harus dipegang dan harus ditepati. Belum selesai sampai sini, progress coachee harus dimonitor dan di evaluasi. Di sinilah tugas leader as a coach atau tugas coach mulai berjalan.

Berapa kali coaching yang ideal dilakukan?

Sesuai kebutuhan. Bila dilakukan oleh internal coach dan eskternal coach maka dapat dilakukan misal, setiap bulan selama satu tahun dan sesuai kesepakatan antara coachee dan coach.

Manfaat Mentoring

Seperti sudah disampaikan di awal, Mentoring berbeda dengan coaching. Meski dikatakan mirip dengan training, tetapi keduanya berbeda. Perbedaan yang jelas dari keduanya adalah pada fokusnya, pendekatannya, dan tujuannya.

Training berfokus pada transfer pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) teknis dalam waktu singkat. Sementara mentoring berfokus pada pembimbingan dan berbagi pengalaman dari mentor kepada mentee, tujuannya kepada pengembangan pribadi dan karir jangka panjang.

Perbedaan yang tampak jelas, teknik coaching menggunakan model pertanyaan struktur yang ditanyakan oleh coach. Sedangkan mentoring selain menggali mentee juga dibimbing hingga mentee percaya diri dan mampu melakukan tugas-tugasnya.

Dalam praktek di perusahaan maupun organisasi, coaching dan mentoring dapat disandingkan. Tetapi, tetap dilakukan terpisah. Akan lebih baik bila coaching dilakukan setelah mentoring. Mengapa demikian? Seorang karyawan yang selesai di mentoring sudah memiliki pengetahuan dan skill yang cukup atau memadai. Dia sudah memahami apa yang akan dan harus dilakukan sehari-hari. Tetapi, sejauh mana progress yang sudah dicapainya, persoalan apa saja yang mungkin ditemuinya, bagaimana ia menghadapi dan mengatasi persoalan, bagaimana ia mencari dan menemukan solusi, dan lain-lain; maka semua itu dapat tergali lebih dalam melalui sesi coaching.

Published by AZHIMA CONSULTING

Azhima Consulting is a provider of soft skills, technical skills and coaching training for companies and individuals

Leave a comment